Selasa, 19 Maret 2013

Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian


LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR-DASAR AGRONOMI
PENGENALAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN















Oleh
ZULKARNAIN
05121007077








AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
I. PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadikan sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara. Sampai saat ini pun sektor pertanian masih tetap menyumbang devisa yang cukup besar bagi perekonomian negara. Bahkan pada saat Indonesia dilanda krisis ekonomi yang menghancurkan perekonomian negara, sektor pertanian melalui agribisnis dan agroindustri justru dapat terus berkembang menjadi penyelamat perekonomian negara. Namun, dengan sumber daya yang melimpah, proses perkembangan dan modernisasi sektor pertanian Indonesia berjalan sangat lambat. Salah satu indikatornya yaitu produktivitas pertanian yang cenderung menurun dan petani sebagai ujung tombaknya sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan. Penyebabnya antara lain penerapan teknologi disektor pertanian yang masih rendah.
Teknologi dalam pertanian adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan pekerjaan dan menghasilkan output yang lebih baik. Pembangunan pertanian tanpa teknologi ialah hal yang mustahil. Keduanya berjalan secara beriringan saling mengikat. Dalam pembangunan pertanian tentu akan sangat berbeda dalam segi kepraktisan maupun hasil tani apabila petani tersebut mengadopsi teknologi dibandingkan memakai cara tradisional.
Teknik pertanian meliputi usaha tani (teknik penanaman, pemupukan, pengairan perlindungan tanaman secara terpadu ) dan pasca panen (pengolahan hasil pengenalan alat perontol yang dapat menekan kehilangan hasil, penyimpanan hasil pertanian yang dapat meningkatkan kualitas produk pertanian ) dan teknologi yang digunakan dalam pertanian, seperti mesin – mesin.
Berdasarkan pernyataan diatas maka kita sebagai mahasiswa pertanian, harus mempelajari tentang teknologi pertanian ini karena negara kita Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadi sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara.

B.   Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan manfaat dari alat dan mesin yang digunakan di dalam pertanian yang dapat membantu mempercepat, memperbaiki dan meningkatkan kwalitas dan kwantitas produksi pertanian.







                                                                                                                




II. TINJAUAN PUSTAKA
A   Alat Penanam
                Kemampuan suatu benih untuk tumbuh setelah ditanam bergantung pada varietas benih, kondisi tanah dan air serta lingkungan hidupnya. Apabila tanah ditanam dengan menggaunakan alat tanam, maka mekanisme kerja dan alat akan mempengaruhi penempatan benih di dalam tanah yaitu berpengaruh pada kedalama tanaman, jumlah benih per lubang, jarak antar lubang dalam baris dan jarak antar baris.  
                Disamping itu ada kemungkinan kerusakan benih dalam proses aliran benih dalam alat tanam. Hal ini tentu saja harus dihindari. Terdapat macam-macam jenis tanaman yang berupa biji-bijian seperti kacang tanah, jagung, kedelai, kacanng hijau dan lain-lain, yang masing-masing memiliki bentuk, ukuran dan kekuatan serta kebutuhan agronmis yang berbeda –beda. Beragam sifat tersebut menyebabkan dibuthakan alat tanam yang mempunyai kemampuan yang berbeda pula.Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang pertanian sekarang ini telah dekembangkan berbagi jenis mesin penanam biji-bijian yang dimaksudkan untuk membantu petani dalam memudahkan proses penanaman sehingga dapat menghasilkan kinerja efektif dan efisien dengan keuntungan yang lebih besar pula (Ginting E, 2003).
1.   Seeder
                Alat tanam seeder merupakan alat yang digunakan untuk menanam biji bijian sesuai dengan kedalaman dan jumlah yang dikehendaki. Ada beberapa metede penanaman biji antara lain:\Broadcasting (disebar), Drill seeding (penanaman acak), Precision drilling (jarak atur), Hill droping (penempatan sekelompok) dan Cheek row palting (penempatan seragam). Banyak sekali mesin tanam biji-bijian yang telah dibuat untuk mempercepta proses penanaman untuk membantu petani diantaranya adalah sebagai berikut: Mesin Tanam Sebar (Broadcast Seede)Centrifugal broadcast seeder Pada alat ini benih penjatahan benih dari hoper melalui satu lubang variabel (variable orifice) (Rahmiana A.A dkk, 2003).
                Suatu agitator ditempatkan diatas lubang variabel tersebut untuk menceaah macet karena benih-benih saling mengunci (seed bridging), juga agar aliran benih dapat kontinyu.Kadang-kadang suatau roda bercoak (fluted wheel) digunakan sebagai penjatah benih. Benih hasil penjatahan ini kemudian dijatuhkan pada piringan yang berputar, karena bentuk dari piringan ini, benih tersebut akan dipercepat dan dilempar mendatar karena akanya gaya sentrifugal. Lebar sebaran tergantung pada diamter piringan, bentuk penghalang,dan desitas dari benih. Dua buah disk berputar dengan arah putaran yang berlawanan (counter disk spinning) dapat dipergunakan agar jangkauan sebaran lebih lebar. Laju benih dikontrol dari ukuran bukaan, kecepatan maju traktor, lebar sebaran. Centrifugal spreader merupakan alat yang cukup fleksibel karena dapat dipergunakan untuk menyebar dan material lain yang berupa butiran (Ginting E, 2003).
2.   Planter
                Secara umum ada dua jenis mesin tanam bibit atau planter, dibedakan berdasarkan cara penyemaian dan persiapan bibit.Yang pertama, yaitu mesin yang memakai bibit yang ditanam/disemai di lahan  (washed root seedling). Mesin ini memiliki kelebihan yaitu dapat dipergunakan tanpa harus mengubah cara persemaian bibit yang biasa dilakukan secara tradisional sebelumnya. Namun demikian waktu yang dibutuhkan untuk mengambil bibit cukup lama, sehingga kapasitas kerja total mesin menjadi kecil.Yang kedua adalah mesin tanam yang memakai bibit yang secara khusus disemai pada kotak khusus. Mesin jenis ini mensyaratkan perubahan total dalam pembuatan bibit. Persemaian harus dilakukan pada kotak persemaian bermedia tanah, dan bibit dipelihara dengan penyiraman, pemupukan hingga pengaturan suhu. Persemaian dengan cara ini, di Jepang, banyak dilakukan oleh pusat koperasi pertanian, sehingga petani tidak perlu repot mempersiapkan bibit padi sendiri.
                Penyemaian bibit dengan cara ini dapat memberikan keseragaman pada bibit dan dapat diproduksi dalam jumlah besar.Mesin ini dapat bekerja lebih cepat, akurat dan stabil.Bila dilhat dari jenis sumber tenaga untuk menggerakkan mesin, terdapat tiga jenis mesin tanam bibit yaitu alat tanam yang dioperasikan secara manual, mesin tanam yang digerakkan oleh traktor dan mesin tanam yang memiliki sumber tenaga atau enjin sendiri.Mesin yang diproduksi oleh IRRI atau beberapa produksi China adalah tipe manual.Semua jenis mesin produksi Jepang dan beberapa produksi China adalah memiliki sumber tenaga sendiri. Mesin yang digerakkan oleh traktor, sebelumnya diproduksi di Jepang, tetapi belakangan ini sudah jarang dipergunakan. Berdasarkan sistem pendukungnya, mesin ini dapat dibedakan menjadi yang bergerak dengan roda, dan yang bergerak dengan roda dan dilengkapai dengan papan pengapung. Jenis mesin yang manapun dipergunakan, permukaan lahan sawah harus datar dan rata, kedalam air harus rata, demikian juga kekerasan tanah juga harus sama, karena hal ini akan memberikan kestabilan operasi. Jika tidak, akan banyak terjadi kegagalan  penancapan bibit, sehingga akan butuh waktu yang cukup lama untuk penyulaman secara manual (Ginting E, 2003).

B.   Alat pemanen
                Penerapan dan pengembangan sarana alat pemanen dalam mendukung pembangunan agroindustri mempunyai peranan penting dalam rangka meningkatkan efisiensi, produktivitas dan perbaikan mutu hasil pertanian. Sarana alat mesin pasca penen merupakan salah satu masukan teknologi yang mendukung pengembangan sistem dan usaha yang berdaya saing. Peranannya akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan juga mutu hasil pertanian (Rahmiana A.A dkk, 2003).
1.   Alat pemanen Reaper
                Reaper merupakan mesin pemanen untuk memotong padi sangat cepat. Prinsip kerjanya mirip dengan cara kerja orang panen menggunakan sabit.  Mesin ini sewaktu bergerak maju akan menerjang dan memotong tegakan tanaman dan menjatuhkan atau me-robohkan tanaman tersebut kearah samping mesin reaper dan ada pula yang mengikat tanaman yang terpotong menjadi seperti berbentuk sapu lidi ukuran besar.  Pada saat ini terdapat 3 jenis tipe mesin reaper yaitu reaper 3 row, reaper 4 row dan reaper 5 row.  Bagian komponen mesin reaper adalah sebagai berikut :Kerangka utama terdiri dari pegangan kemudi yang terbuat dari pipa baja  dengan diameter ± 32 mm, dilengkapi dengan tuas kopling, tuas pengatur ke-cepatan, tuas kopling pisau pemotong yang merupakan kawat baja, unit transmisi tenaga merupakan rangkaian gigi transmisi yang terbuat dari baja keras dengan jumlah gigi dan diameter ber-macam-macam sesuai dengan tenaga dan kecepatan putar yang diinginkan, unit pisau pemotong terletak dalam rangka pisau pemotong yang terbuat dari pipa besi, besi strip, besi lembaran yang ukurannya bermacam-macam, pisau pemotong merupakan rangkaian mata pisau berbentuk segitiga yang panjangnya 120 cm, unit roda dapat diganti-ganti antara roda karet dan roda besi/keranjang, motor penggerak bensin 3 HP – 2200 RPM dan penggunaan reaper di-anjurkan pada daerah yang kekurangan tenaga kerja dan dioperasikan di lahan pertanian dengan kondisi baik ( Rahmiana A.A dkk, 2003).
                Menurut Rahmiana A.A dkk, 2003 adapun cara pengoperasian mesin reaper adalah sebagai berikut:
1.   Sebelum mengoperasikan  mesin reaper, terlebih dahulu potong/panen padi dengan sabit pada ke 4 sudut petakan sawah dengan ukuran ± 2 m x 2 m sebagai tempat berputarnya mesin reaper.
2.   Sebelum mesin dihidupkan, arahkan mesin pada tanaman padi yang akan dipanen. Pemanenan dimulai dari sisi sebelah kanan petakan.
3.   Pemotongan dilakukan se-kaligus untuk 2 atau 4 baris tanaman dan akan terlempar satu tertumpuk di sebelah kanan mesin tersebut.
4.   Pemanenan dilakukan dengan cara berkeliling dan selesai di tengah petakan.




III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.  Tempat Dan Waktu
                Praktikum pengenalan alat dan mesin pertanian ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 4 Maret 2013 pukul 10.00 WIB sampai selesai, bertempat di laboratorium jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Petanian Universitas Sriwijaya.

B.   Alat Dan Bahan
                Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah cangkul, parang, sabit, garu, traktor, Mesin pemanen, pena, buku dan penggaris.

C.  Cara Kerja
      1.   Catatlah macam-macam alat dan mesin yang digunakan dalam pertanian di modul praktikum beserta fungsinya masing-masing.
      2.   Gambarlah alat dan mesin pertanian tersebut beserta bagian-bagiannya dengan lengkap.






IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil
                Dalam praktikum ini kita dikenalkan berbagai alat dan mesin pertanian, adapun spesifikasi, fungsi dan kegunaannya dapat kita lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Alat Pertanian Tradisional
No
Nama dan gambar alat
Fungsi
Prinsip kerja
1
Cangkul
untuk menggarap lahan, yaitu untuk mencangkul tanah, menggali tanah, meratakan tanah, menghancurkan tanah, dan membersihkan rumput
Cangkul terbuat dari besi atau baja, bemata tajam, bergagang. Kayu yang agak panjang.

2
Parang atau Golok
berguna sekali untuk memotong kayu-kayu yang berukuran kecil, menebang bambu dll
Bagian besi yang tajam dikenakan dengan bagian yang akan dipotong dengan mengayunnya agak kencang
3
Parang Babat
untuk membabat semak-semak, alang-alang, dan rerumputan. Dalam membuka lahan baru, alat ini banyak digunakan
Bentuknya yang agak melekung mempermudah menyiangi rumput dengan sedikit mengerat yang akan di tebas

4
Kampak
Menebang kayu yang berukuran besar.Dalam pembukaan lahan sangat berguna untuk menebang pohon
bagian yang tajam pada alat ini dikenakan pada bagian kayu akan dipotong


5
Bajak
untuk memotong dan membalikkan tanah yang berukuran besar.

dengan mendorong kearah depan bagian besi yang tajam akan menghancurkan atau memotong tanah.

6
Garu Paku
Menggemburkan tanah dan  memotong sisa – sisa tanaman yang tertinggal.

Susunan paku yang mendapat gaya tarikan ke depan akan Menyebabkan paku – paku tersebut menghancurkan bong kahan tanah yang habis di bajak
7
kuku kambing
untuk menanam benih disawah
memasukkan bagian yang tajam yang berguna melobangi,sekali gus memasukkan benih kedalam lobang
8
Tajak
untuk membersihkan rumput pada posissi berdiri
Untuk membersihkan rumput pada posissi berdiri
9
Sekop
untuk memindahkan tanah, atau pun sampah
mendorong gagang sekop kearah bawah dan mengangkatnya
10
Ani-ani
untuk memotong padi
bagian pisau yang memotong batang bulir satu persatu

Tabel 2. Alat Pertanian Modern
No
Nama dan gambar alat
Fungsi
Prinsip kerja
1
Compressed Air Sprayer
untuk memberantas hama penyakit, gulma, pemberiaan pupik dan pengairan tanaman

Ketika handle ditarik maka foot klep akan membuat tekanan ke pump plunger sehingga akan bergerak naik turun lalu mendorong cairan yang ada
2
Mesin penghancur biji dan pengupas kulit kakao
menghancurkan biji dan mengupas kulit.
masukkan bagian yang akan diproses di bagian atas lalu hasil akan ditampung pada bagian corong pengeluaran
3
Bajak Piring
untuk memotong dan membalik tanah pada pengolahan tanah pertama.

Setelah mesin
 dihidupkan letakkan bajak piring nya diatas tanah dimana bentuknya emanng seperti piringan
4
Seeder
Alat penanam (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif tinggi.
Dengan menggerakan mesin diatas lahan yang akan ditanami, Lalu mesin akan mengeluarkan benih dari bawah dan memasukkanya kelubang
5
Trealer
Trealer merupakan alat pertanian yang digunakan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian.
Biasa dikaitkan dengan sepeda motor untuk ditarik Trealernya yang sudah diisi dengan hasil panen
6
Traktor
membajak sawah
menggerakkan mesin di atas lahan yang akan di bajak atau digemburkan
7
Mesin pengupas atau mesin penggiling
mengupas gabah menjadi beras putih atau menggiling beras
memasukkan  gabah yang akan di kupas lalu mesin akan  Memutar dan mengupas gabah tersebut
8
Mesin Penumbuk Ubi
Untuk menumbuk ubi dengan cepat
Memasukkan ubi ke lubang mesin, yang berfungsi menghancurkan ubi
9
Mesin Petik Teh
Memetik pucuk teh.
Diangkat oleh beberapa orang, kemudian mata pisau dalam mesin tersebut akan memotong bagian atas pohon teh. Lalu bagian yang telah terpotong ditampung oleh plastik dibelakang mesin


B.   Pembahasan
                Mempergunakan alat – alat pertanian pada umumnya dan khususnya mempunyai berbagai tujuan , misalnya : untuk mempercepat pekerjaan, untuk mengurangi biaya pengolahan, serta untuk mencapai nilai kerja yang lebih tinggi atau lebih cepat.
                Alat dan mesin pertanian dalam perkembangannya dapat dikelompokan dalam beberapa kelompok, diantaranya :
-         Alat dan mesin pengolahan tanah
-         Alat dan mesin penanaman
-         Alat dan mesin pemeliharaan tanaman
-         Alat dan mesin  panen
-         Alat dan mesin pasca panen.
Namun menurut yang membutuhkan dan kebiasaan daerah dibagi menjadi :
-         Alat tangan
-         Alat yang ditarik dengan ternak
-         Alat dengan tarikan mesin
Dalam menggunakan dan menyesuaikan mesin yang menpunyai efisiensi tinggi, maka kita perlu menyesuaikan fungsi yang sesuai untuk digunakan di lapangan. Dalam menggunakan mesin-mesin pertanian, pada umunya mesin-mesin tersebut mempunyai berbagai tujuan dan fungsi. Misalnya Siphlenter digunakan untuk menanam jagung, dan trealer digunakan untuk mengangkut hasil panen, dan lain sebagainya.Alat-alat dan mesin pertanian merupakan bagian yang mutlak pada neghara-negara maju dikarenakan keterbatasan tenaga manusia serta pengefisienan waktu serta tenaga. Penggunaan alat dan mesin pertanian di negara-negara maju telah lama berkembang dan hasulya dapat dilihat pada berbagai aspek kehidupan dinegara-negara tersebut. Pekerjaan-pekerjaan berat dan melelahkan di bidang pertanian dapat dikurangi dan produktivitas kerja meningkat sehingga surplus dapat tercapai.
Dengan adanya alat dan mesin, pekerjaan-pekerjaan berat dan melelahkan di bidang pertanian dapat dikurangi dan produktivitas kerja meningkat sehingga surplus dapat tercapai. Jumlah penduduk yang semakin bertambah telah dan akan terus membutuhkan bahan makanan yang semakin banyak, dan kenaikan produksi pertanian yang terjadi juga telah didorong oleh kemajuan di bidang non-enginering seperti penggunaan bibit unggul, pemupukan dan budidaya tanaman yang lebih baik.
Melakukan pengolahan tanah tahap-tahapnya sesuai dengan rencana tanaman yang akan kita tanam. Didalam melakukan pengolahan tanah kita memerlukan beberapa alat pertanian yang menunjang proses kegiatan tersebut, misalnya bajak, cangkul, traktor dan lain-lain. Selain itu juga memerlukan alat tanam, alat penyiangan, alat penyemprotan dan alat panen yang menunjang kegiatan pertanian agar dapat berjalan dengan baik. Dimana alat-alat tersebut termasuk kedalam alat prapanen yang bertujuan untuk meningkatkan produksi maksimum bagi para petani. Sedangkan alat pasca panen yang digunakan adalah alat pengeringan dan alat sortasi yang bertujuan kualitas atau nilai tambah dari hasil panen atau hasil produksi.
Salah satu ruang lingkup mekanisme pertanian yaitu pada bidang mesin-mesin budidaya pertanian. Ilmu yang mempelajari penguasaan dan pemanfaatan lahan dan tenaga alam untuk daya kerja manusia dalam bidang pertanian untuk kesejahteraan umat manusia adalah ilmu mekanisme pertanian.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum pengenalan alat dan mesin pertanian adalah sebagai berikut:
1. Tujuan diadakannya praktikum alat mesin pertanian yaitu untuk mengetahui berbagai jenis bentuk dan fungsi berbagai alat dan mesin pertanian, mulai dari kegiatan prapanen sampai panen.
2.   Dalam menggunakan dan menyesuaikan mesin yang menpunyai efisiensi tinggi, maka kita perlu menyesuaikan fungsi yang sesuai untuk digunakan di lapangan.
§         Alat dan mesin pertanian dalam perkembangannya dapat dikelompokan dalam beberapa kelompok, diantaranya : alat dan mesin pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen.
§         Didalam melakukan pengolahan tanah kita memerlukan beberapa alat pertanian yang menunjang proses kegiatan tersebut, misalnya bajak, cangkul, traktor dan lain-lain.
3.   Alat-alat dan mesin pertanian yang digunakan oleh petani ada yang bersifat tradisional dan modern. Namun kebanyakan dari para petani menggunakan alat tradisional karena adanya keterbatasan biaya.



B.   Saran
                Alat-alat pertanian di Indonesia kiranya tidak hanya menggunakan tenaga dari manusia maupun hewan ternak, seperti kerbau, tetapi sistem mekanisasi perlu ditingkatkan lagi agar pertanian di Indonesia lebih maju dan produktifitas hasil pertanian lebih meningkat.









DAFTAR PUSTAKA
Haryono. 1982. Mekanisme Pertanian. Genap Jaya Baru. Jakarta.

Wijarto. 1994. Alat dan Mesin Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.

Hardjosentono, M. 1996. Mesin-mesin Pertanian. Bumi Aksara : Jakarta.

Soedsono. 1996. Alat Pengolahan Pertanian. Redijaya : Semarang.

Taib, G. 1987. Operasi Pada Pengolahan Pertanian.  Mediyatama Sarana Perkasa : Jakarta.


Anonim  2009. Pengenalan alat dan mesin pertanian. http://docs.google.com/gview?a=v&q=cache:K1dz5itXDmIJ:bos.fkip.uns.ac.id  pub/ono/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/mekanisasi pertanian/pengenalan_alat_dan_mesin_pertanian.

Anonim. 2009. Aspek Dukungan Mekanisasi Pertanian. http://www.litbang.deptan.go.id/special/komoditas/files/0104-MEKTAN.pdf.

Kouwenhoven, JK., 1982. Mechanization of Soil Tillage in the Tropics. Proc. Int. Congr. Agricultural Mechanization in the Tropical and Developing Countries. RAI Amsterdam (1982) 41-54

Tisdale, S. L. and W. L. Nelson, 1966.Fertility and Fertilizers, 3rdEdition.Mc Millan New York.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar